Jumat, 12 Desember 2014

WAHYU aL RAHAYU: PENGERTIAN TUTORIAL ATAU TUTORING

WAHYU aL RAHAYU: PENGERTIAN TUTORIAL ATAU TUTORING:

PENGERTIAN TUTORIAL ATAU TUTORING 


Tutorial
atau tutoring adalah bantuan atau bimbingan belajar yang bersifat
akademik oleh tutor kepada mahasiswa (tutee) untuk membantu kelancaran
proses belajar mandiri mahasiswa secara perorangan atau kelompok
berkaitan dengan materi ajar. Tutor adalah orang yang memberikan ilmu
kepada anak didik secara langsung, mahasiswa lebih memahami konsep dan
praktek pendidikan non formal yang lebih baik.
Pada interaksi yang berbentuk tutorial, prinsip dasar langkah-langkah
memulai penyajian informasi (materi) sama halnya pada waktu menyajikan
materi lewat tutorial tatap muka. Dalam sajian tutorial tatap muka,
biasaya tutor akan memulai kegiatannya dengan menguraikan ruang lingkup
materi tutorial, tujuan-tujuan yang ingin dicapai, serta
menginformasikan pula hubungan topik tutorial saat disajikan dengan
topik-topik pada kegiatan tutorial yang akan datang (sebagai relevansi).
Setelah itu barulah tutor menyampaikan materi tutorial dengan
pendekatan tertentu.
Definisi tutorial dalam pembelajaran berbasis komputer sebagaimana
diungkapkan Hernawan (2004) dan Rusman (2008) adalah pembelajaran khusus
dengan instruktur yang terkualifikasi dengan menggunakan software
komputer yang berisi materi pelajaran yang bertujuan untuk memberikan
pemahaman secara tuntas (mastery learning) kepada siswa mengenai bahan
atau materi pelajaran yang sedang dipelajari.
Dalam tutorial, komputer berperan sebagai guru sehingga semua interaksi
terjadi antara komputer dengan peserta didik sedangkan guru hanya
sebagai fasilitator dan pemantau. Dalam model ini, sebenarnya software
program komputer menggantikan sistem tutor yang dilakukan oleh guru atau
instruktur. Pembelajaran dalam model ini disajikan melalui teks atau
grafik yang ditampilkan oleh layar komputer. Kemudian komputer
menampilkan pertanyaan sesuai dengan masalah yang disajikan. Secara
sederhana pola-pola pengoperasian dalam pembelajaran CAI model tutorial
dapat dilihat sebagai berikut:
a. Komputer menyajikan materi
b. Siswa memberikan respon
c. Respon siswa dievaluasi oleh komputer dengan orientasi siswa pada arah siswa dalam menempuh presentasi berikutnya.
d. Melanjutkan atau mengulangi tahapan sebelumnya
Dalam merancang interaksi yang berbentuk tutorial, saat atau setelah
menyampaikan materi biasanya diikuti dengan pemberian soal atau latihan
serta kasus. Jawaban pengguna terhadap soal dan kasus tersebut akan
dianalisis oleh komputer dan seketika itu juga komputer akan memberikan
respons dan memberikan umpan balik terhadap hasil belajar pengguna.
Dalam interaksi tutorial ini, informasi dan pengetahuan yang disajikan
sangat komunikatif, seolah-olah ada pengajar yang berdiri di samping
peserta didik yang memberikan pengarahan dan pembimbingan secara
langsung kepada peserta didik.
Tutorial dilaksanakan secara tatap muka atau jarak jauh berdasarkan
konsep belajar mandiri. Pola pembelajaran pada interaksi yang berbentuk
tutorial ini biasanya dirancang secara bercabang. Peserta didik dapat
diberi kesempatan untuk memilih topik-topik pembelajaran yang ingin
dipelajari dalam suatu subjek pelajaran tertentu. Namun, secara umum
penyajian informasi atau materi dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat)
tipe penyajian, yaitu: informasi verbal, konsep, aturan, prinsip, dan
keterampilan.
Konsep belajar mandiri dalam tutorial mengandung pengertian, bahwa
tutorial merupakan bantuan belajar dalam upaya memicu dan memacu
kemandirian, disiplin, dan inisiatif diri mahasiswa dalam belajar dengan
minimalisasi intervensi dari pihak pembelajar yang dikenal sebagai
Tutor. Prinsip pokok tutorial adalah “kemandirian mahasiswa” (student’s
independency). Tutorial tidak ada, jika kemandirian tidak ada. Jika
mahasiswa tidak belajar di rumah, dan datang ke tutorial dengan ‘kepala
kosong’, maka yang terjadi adalah “perkuliahan” biasa, bukan tutorial.
Dengan demikian, secara konseptual tutorial perlu dibedakan secara tegas
dengan “kuliah” (lecturing) yang umum berlaku di perguruan tinggi di
mana peran dosen sangat besar.
Model Tutorial dalam CAI
Model CAI tipe tutorial ini menurut Arsyad (1996:97) memiliki 2 jenis :
1. Tutorial Terprogram
Tutorial terprogram merupakan seperangkat tayangan baik statis maupun
dinamis yang terlebih dahulu diprogramkan. Secara berturut, seperangkat
kecil informasi ditayangkan yang diikuti dengan pertanyaan. Jawaban
siswa dianalisis oleh komputer (dibandingkan dengan
kemungkinan-kemungkian jawaban yang telah dirancang oleh si pembuat
program/guru), dan berdasarkan hasil analisis itu umpan balik yang
sesuai. Urutan linear dan urutan bercabang digunakan. Penetapan kapan
bercabang dimaksudkan untuk penyajian materi pelajaran tambahan
berdasarkan hasil analisis perkembangan siswa setelah menyelesaikan
beberapa latihan dan tugas. Semakin banyak alternatif cabang yang
tersedia, semakin luwes program tersebut menyesuaikan diri dengan
perbedaan individual siswa. Media tambahan lain biasanya digabungkan
untuk format tutorial terprogram, seperti tugas tugas bacaan berbasis
cetak, kegiatan kelompok, percobaan laboratorium, kegiatan latihan,
simulasi dan interaktif dengan videodisc. Manfaat tutorial terprogram
akan nampak jika menggunakan kemampuan teknologi komputer untuk
bercabang dan interaktif.
2. Tutorial Intellegent
Berbeda dari tutorial terprogram karena jawaban komputer terhadap
pertanyaan siswa dihasilkan oleh intelegensia artifisial (kecerdasan
buatan), bukan jawaban-jawaban yang terprogram yang telah disiapkan
terlebih dahulu oleh si perancang. Dengan demikian, ada dialog dari
waktu ke waktu antara siswa dengan komputer. Baik siswa maupun komputer
dapat bertanya ataupun memberi jawaban.
Terdapat 8 identitas model Tutorial dalam pembelajaran CAI, yaitu :
a. Pengenalan (introduction)
b. Penyajian informasi (presentation of information)
c. Pertanyaan dan respon (question and responses)
d. Penilaian respon (judging responses)
e. Pemberian feedback terhadap respon (providing feedback about responses)
f. Pembetulan (remediation)
g. Segmen pengaturan pengajaran (sequencing lesson segment)
h. Penutup (Closing)
Dalam beberapa bentuk tutorial sebagaimana diungkapkan oleh Hackbarth
(1996: 193) selain menampilkan kedelapan identitas tersebut, biasanya
model tutorial biasa digabung dengan soal-soal latihan yang ada dalam
model drill, sehingga diharapkan siswa akan lebih memahami dan belajar
secara tuntas.
Sebagaimana diungkapkan Hamalik (2003: 73-74) bahwa terdapat lima fungsi utama pembelajaran tutorial, yaitu:
a. Kurikuler yang berperan sebagai pelaksana kurikulum
b. Instruksional yang berperan melaksanakan proses pembelajaran agar para siswa aktif belajar mandiri
c. Diagnosis bimbingan yang berperan membantu siswa yang mengalami kelemahan, kekuatan, kelambanan
d. Administratif yang berperan melaksanakan pencatatan, pelaporan, penilaian sesuai
e. tuntutan program
f. Personal yang berperan keteladanan kepada siswa sehingga menggugah motivasi belajar mandiri dan motif berprestasi
Lebih lanjut Hamalik menyebutkan terdapat 3 fungsi utama dalam pembelajaran tutorial, yaitu:
1. Untuk meningkatkan penguasaan pengetahuan para siswa sesuai dengan yang dimuat dalam program
2. Untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan siswa tentang cara
memecahkan masalah, mengatasi kesulitan atau agar mampu membimbing
sendiri
3. Untuk meningkatkan kemampuan siswa tentang cara belajar mandiri dan menerapkannya pada program yang digunakan untuk belajar.
Pembelajaran berbasis komputer model tutorial menganut beberapa prinsip
pada pembelajaran behaviorisme yang menekankan pentingnya peranan
lingkungan dan latihan. Model pembelajaran ini menganut beberapa
prinsip-prinsip pembelajaran yang meliputi:
1. Adanya perbedaan individual dalam belajar.
Ciri utama pembelajaran berbasis komputer model tutorial adalah proses
pembelajaran yang dilakukan secara individual yaitu interaksi antara
seorang peserta didik dengan software program yang ada dalam komputer
sehingga setiap siswa akan belajar sesuai dengan tingkat kemampuan siswa
itu sendiri.
2. Perhatian dan motivasi.
Dalam pembelajaran berbasis komputer model tutorial, setiap materi dan
soal disajikan dengan berbagai macam bentuk baik bentuk animasi, grafik,
gambar video maupun foto serta pemberian pujian, hukuman dan feedback
yang mampu membangkitkan rangsangan, motivasi dan perhatian peserta
didik.
3. Prinsip Keaktifan.
Sebagaimana ciri pertama tutorial di atas, yaitu pembelajaran yang
bersifat individual, maka setiap siswa akan belajar mengkonstruk sendiri
pengetahuan dengan adanya interaksi secara aktif antara siswa dengan
program.
4. Prinsip keterlibatan langsung.
Dalam pembelajaran berbasis komputer model tutorial, prinsip ini
diakomodasi dengan sifat interaktif dari software program tutorial yang
memunginkan interaksi bersifat visual, audial maupun kinestetik.
5. Prinsip balikan dan penguatan.
Salah satu komponen utama dalam pembelajaran berbasis komputer model
tutorial adalah adanya feedback, serta reinforcement yang berupa pujian
dan hukuman yang memungkinkan terjadinya umpan balik yang interaktif
serta proses penguatan terhadap konstruksi pengetahuan siswa.
(Arsyad,1996:135-137)
D. Prinsip – Prinsip Tutorial
Beberapa prinsip dasar tutorial yang sebaiknya dipahami oleh tutor agar
penyelenggaraan tutorial yang efektif, dan tidak terjebak pada situasi
pembelajaran biasa, adalah:
1. Interaksi tutorial sebaiknya berlangsung pada tingkat
metakognitif, yaitu tingkatan berpikir yang menekankan pada pembentukan
keterampilan “learning how to learn” atau “think how to think” (mengapa
demikian, bagaimana hal itu bisa terjadi, dsb).
2. Tutorial harus memiliki langkah proses belajar yang dijalani oleh tutee.
3. Tutorial harus mampu mendorong tutee sampai pada taraf
pengertian (understanding = C2) yang mendalam sehingga mampu
menghasilkan pengetahuan (create = C6) yang tahan lama.
4. Segala kuputusan dalam tutorial sebaiknya diambil melalui
prosesdinamika kelompok di mana setiap tutee dalam kelompok memberikan
sumbang pikirannya.
5. Tutorial harus mampu membuat variasi stimulasi/rangsangan untuk
belajar, sehingga tutee tidak merasa bosan, jenuh, dan/atau putus asa.
6. Tutorial selayaknya memantau kualitas kemajuan belajar tutee
dengan mengarahkan kajian sampai pada taraf pengertian yang mendalam
(indepth understanding).
E. Langkah-Langkah Model Tutorial
Terdapat 7 identitas model tutorial dalam pembelajaran berbasis komputer, yaitu :
1. Pengenalan (introduction): Pengenalan terhadap aplikasi tersebut.
2. Penyajian informasi (presentation of information): Penyajian
informasi bagi pengguna dalam bentuk materi untuk menggunakan aplikasi
tersebut.
3. Pertanyaan dan respon (question and responses): Memberi
pertanyaan kemudian aplikasi memberi respon yang berbentuk keterangan
dan penilaian (scoring).
4. Penilaian respon (judging responses): Memberi penilaian (scoring).
5. Pemberian feedback tentang respon (providing feedback about
responses): Setelah pengguna mendapat keterangan atas hasil yang
diperoleh dalam menjawab pertanyaan dan respon yang diberi maka aplikasi
tersebut memberi feedback dalam bentuk saran untuk pengguna.
6. Pembetulan (remediation): Pembetulan dapat dilakukan setelah pengguna membuka kunci jawaban.
7. Penutup (clossing): Aplikasi selesai dijalankan.
Dalam beberapa bentuk tutorial sebagaimana diungkapkan oleh Hackbarth
(1996: 193) selain menampilkan identitas-identitas tersebut, biasanya
model tutorial biasa digabung dengan soal-soal latihan yang ada dalam
model drill, sehingga diharapkan siswa akan lebih memahami dan belajar
secara tuntas.
Kelemahan dan Kelebihan
Sejatinya metode tutorial adalah metode pembelajaran dengan mana guru
memberikan bimbingan belajar kepada siswa secara individual. Oleh sebab
itu metode ini sangat cocok diterapkan dalam model pembelajaran mandiri
seperti pada pembelajaran jarak jauh dengan mana siswa terlebih dahulu
diberi modul untuk dipelajari.
Keunggulam Metode Tutorial.
1. Siswa memperoleh pelayanan pembelajaran secara individual sehingga
permasalahan spesifik yang dihadapinya dapat dilayani secara spesifik
pula.
2. Seorang siswa dapat belajar dengan kecepatan yang sesuai dengan
lemampuannya tanpa harus dipengaruhi oleh kecepatan bel;ajar siswa yang
lain atau lebih dikenal dengan istilah “Slef Paced Learning”.
Kelemahan Metode Tutorial.
1. Sulit dilaksanakan pembelajaran klasikal karena guru harus melayani siswa dalam jumlah yang banyak.
2. Jika tetap dilaksanakan, diperlukan teknik mengajar dalam tim atau
“team teaching” dengan pembagian tugas di antara anggota tim.
3. Apabila tutorial ini dilaksanakan, untuk melayani siswa dalam jumlah
yang banyak, diperlukan kesabaran dan keluasan pemahamann guru tentang
materi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar