PENDIDIKAN KELUARGA
Makalah ini di susun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah
TAFSIR HADITS TARBAWI
SEMESTER III
TAHUN AKADEMIK 2012/2013
Di susun oleh:
Amelia Nofianti
Harun Ismail
Khusnul Ali.M
Rina hidayati
Dosen pengampu : Waris, S.Ag
Jurusan : Tarbiyah/Pendidikan Agama Islam
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM MIFTAKHUL HUDA AL-AZHAR
STAIMA CITANGKOLO KOTA BANJAR 2013
KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena berkat
rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan tugas makalah pada mata kuliah
TAFSIR HADITS TARBAWI yang berjudul “ PENDIDIKAN KELUARGA “.
Kami
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
sehingga makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. Kami
menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kami
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan
makalah ini.
Semoga makalah ini memberikan informasi bagi kita semua serta masyarakat dan bermanfaat di dunia dan akhirat. Amin.
Cipari, 27 januari 20013
penyusun
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR
.....................................................................................................................
DAFTAR
ISI
...................................................................................................................................
BAB
I PENDAHULUAN
...............................................................................................................
A.
Latar Belakang
.........................................................................................................................
B.
Rumusan Masalah
...................................................................................................................
C.
Tujuan Penulisan
.....................................................................................................................
BAB
II PEMBAHASAN
................................................................................................................
A.
Pengertian Pendidikan Keluarga
.............................................................................................
B. Tujuan, Fungsi dan Ruang Lingkup Pendidikan Keluarga…………………………………..
C. Pentingnya Pendidikan dalam Keluarga .................................................................................
D.
Strategi Pendidikan Keluarga
................................................................................................
..
BAB III
KESIMPULAN................................................................................................................................
DAFTAR
PUSTAKA
.....................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Proses
belajar mengajar keberhasilannya dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Menurut Slamento ( 1990 : 56 ) faktor intern adalah faktor yang ada
dalam diri individu, sedangkan faktor ekstern adalah faktor yang ada
diluar individu.
Pendidikan
keluarga adalah salah satu bentuk pendidikan di luar sekolah yang besar
pengaruhnya terhadap keberhasilan siswa dalam belajar. Dan pendidikan
keluarga yang maksimal, Imemiliki kecenderungan untuk meningkatkan minat
siswa dalam belajar, yang pada akhirnya akan mempengaruhi pula terhadap
belajar siswa. Sedangkan lemahnya pendidikan keluarga memiliki
kecenderungan untuk melemahkan minat siswa dalam belajar dan akan
melemahkan pula terhadap prestasi belajar siswa.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut.
1. Apakah pengertian lingkungan pendidikan keluarga ?
2. Apakah tujuan, fungsi dan ruang lingkup pendidikan keluarga ?
3. Bagaimana pentingnya pendidikan keluarga ?
4. Bagaimana strategi pendidikan keluarga ?
C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan nakalah ini adalah sebagai berikut.
1. Untuk mengetahui pengertian lingkungan pendidikan keluarga.
2. Untuk mengetahui tujuan, fungsi dan ruang lingkup pendidikan keluarga.
3. Untuk mengetahui bagaimana pentingnya pendidikan keluarga.
4. Untuk mengetahui strategi pendidikan keluarga.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pendidikan Keluarga
Keluarga
merupakan lingkungan pertama bagi anak yang memberikan sumbangan bagi
perkembangan dan pertumbuhan mental maupun fisik anak dalam
kehidupannya.
Adapun
pengertian keluarga secara etimologi adalah suatu kesatuan (unit) dimana
anggota-anggotanya mengabdikan diri kepada kepentingan dan tujuan
tersebut (Uyoh Sadulloh, 2006 : 182). Sedangkan keluarga menurut istilah
adalah dua orang atau lebih yang tinggal bersama dan terikat karena
darah perkawinan dan adopsi. B. Boston yang dikutip oleh Ishak Sholeh (
1983 : 11 ) mengatakan, keluarga adalah suatu kelompok pertalian nasab
keluarga yang dapat dijadikan tempat untuk membina / membimbing
anak-anak dan untuk pemenuhan hidup lainnya. Sehingga sangat jelaslah
bahwa pendidikan keluarga adalah bantuan / pertolongan yang diberikan
orang tua kepada anaknya, agar anak itu dapat menjadi dewasa dan
senantiasa terarah dalam kehidupannya.
Pendidikan
keluarga merupakan bagian jalur pendidikan luar sekolah yang
diselenggarakan dalam keluarga dan memberikan keyakinan agama, nilai
budaya, nilai moral dan keterampilan ( UU Sistem Pendidikan Nasional No.
2 Tahun 1989 ).
B. Tujuan, Fungsi dan Ruang Lingkup Pendidikan Keluarga
1. Tujuan Pendidikan Keluarga
Tujuan
pendidikan keluarga adalah memelihara, melindungi anak sehingga dapat
tumbuh dan berkembang dengan baik. Keluarga merupakan kesatuan hidup
bersama yang utama dikenal oleh anak sehingga disebut lingkungan
pendidikan utama.
Proses
pendidikan awal di mulai sejak dalam kandungan. Latar belakang sosial
ekonomi dan budaya keluarga, keharmonisan hubungan antar anggota
keluarga, intensitas hubungan anak dengan orang tua akan sangat
mempengaruhi sikap dan perilaku anak. Keberhasilan anak di sekolah
secara empirik sangat dipengaruhi oleh besarnya dukungan orang tua dan
keluarga dalam membimbing anak.
2. Fungsi Pendidikan Keluarga
Adapun fungsi keluarga menurut MI Soelaeman (1978) adalah :
a.
Fungsi edukatif adalah yang mengarahkan keluarga sebagai wahana
pendidikan pertama dan utama bagi anak-anaknya agar dapat menjadi
manusia yang sehat, tangguh, maju dan mandiri sesuai dengan tuntutan
kebutuhan pembangunan yang semakin tinggi.
b.
Fungsi sosialisasi anak adalah keluarga memiliki tugas untuk
mengantarkan dan membimbing anak agar dapat beradaptasi dengan kehidupan
sosial (masyarakat), sehingga kehadirannya akan diterima oleh
masyarakat luas.
c.
Fungsi proteksi (perlindungan) adalah keluarga berfungsi sebagai wahana
atau tempat memperoleh rasa nyaman, damai dan tentram seluruh anggota
keluarganya.
d. Fungsi
afeksi (perasaan) keluarga sebagai wahana untuk menumbuhkan dan membina
rasa cinta dan kasih sayang antara sesama anggota keluarga dan
masyarakat serta lingkungannya.
e.
Fungsi religius keluarga sebagai wahana pembangunan insan-insan
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bermoral, berahlak dan
berbudi pekerti luhur sesuai dengan ajaran agamanya.
f.
Fungsi ekonomi adalah keluarga sebagai wahana pemenuhan kebutuhan
ekonomi fisik dan materil yang sekaligus mendidik keluarga untuk hidup
efisien, ekonomis dan rasional.
g. Fungsi rekreasi, keluarga harus menjadi lingkungan yang nyaman, menyenangkan, cerah, ceria, hangat dan penuh semangat.
h. Fungsi biologis, keluarga sebagai wahana menyalurkan kebutuhan reproduksi sehat bagi semua anggota keluarganya.
3. Ruang Lingkup Pendidikan Keluarga
Untuk
mengetahui ruang lingkup pendidikan keluarga dapat diketahui dari
jawaban pertanyaan “ sampai berapa jumlah tanggung jawab keluarga dalam
mendidik anak?” tampaknya
ruang
lingkup tidak terbatas. Sejak anak dalam kandungan, orang tua sudah
bertanggung jawab penuh atas keselamatan dan perkembangan anak. Tanggung
jawab orang tua terhadap perkembangan dan pendidikan anaknya tampaknya
lebih berpangkal pada tanggung jawab instingtif dan moral. Dan akan
bertambah ringan, apabila anak sudah mampu berdiri sendiri karena pada
akhirnya orang tua harus “melepaskan“ anaknya, supaya mampu berdiri dan
tidak lagi tergantung kepada orang tuanya.
C. Pentingnya Pendidikan Dalam Keluarga
Urgensi
dan strateginya penguatan institusi keluarga sebagai wahana
pengembangan sumber daya manusia. Brean Frenbrenner dalam Syakrani
(2001) mengemukakan bahwa sejak dulu keluarga menjadi wahana pembentukan
karakter dan keterampilan dasar manusia. Bahkan Brenner dan Couts
menjabarkan lebih luas bahwa keluarga yang tangguh bersama lembaga
keagamaan dan politik akan menjadi pilar penyangga terbentuknya civil
society.
Betapa pentingnya
pendidikan keluarga bagi anak-anak yang sedang berkembang. Pentingnya
pembentukan sumber daya manusia berbasis keluarga juga bisa dilihat dari
konsep investment in children memahami perlunya penguatan keluarga
sebagai wahana pengembangan sumber daya manusia dari sudut pandang
orientasi nilai dan perkembangan daya nalar anak.
D. Strategi Pendidikan Keluarga
Pendekatan
pendidikan keluarga adalah secara terpadu, seimbang antara pendekatan
endogenous ( menimbulkan dari dalam ) dan conditioning ( pembisaan,
mempengaruhi dari luar ) serta enforcement ( pemaksaan ).
Anak-anak
dalam keluarga sangat kuat proses identifikasinya kepada orang tua
dalam berbagai tingkah laku, cara berfikir dan cara menyikapi tentang
suatu keadaan. Di samping faktor keteladanan, faktor pembiasaan yang
didasarkan atas cinta kasih merupakan sarana / alat
pendidikan yang besar pengaruhnya bagi pembentukan budi pekerti dan moral.
Di
dalam keluarga yang religius terjadi interaksi interpersonal yang
bernilai sosial edukatif dan religius. Dan pendidikan agama itu perlu
disesuaikan dengan taraf kematangan anak, tingkat penalaran, emosi,
bakat, pengetahuan dan pengalamannya. Orang tua yang efektif dalam
proses pendidikan ditentukan oleh kemampuannya dalam membimbing dan
mengarahkan serta memecahkan persoalan-persoalan secara demokratis.
Strategi
lain dalam mengembangkan pendidikan dalam keluarga adalah dengan konsep
tumbuh kembang anak yang pertumbuhan fisik dan otak serta perkembangan
motorik, mental, sosio-emosional dan perkembangan moral spiritual. Ada 3
konsep penting yang mencakup aktivitas yakni pola suh, pola asah dan
pola asih.
Strategi yang dapat digunakan oleg orang untuk mengembangkan moral dan keterampilannya, yaitu :
a. Bantulah anak untuk menemukan sendiri tujuan hidupnya.
b. Bantulah anak mengembangkan perilaku yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan hidupnya.
c. Jadilah figur ideal bagi anak dalam berperilaku.
d. Beri semangat dan gugah hati anak untuk berperilaku terpuji.
Menurut Popov dkk (1997) orang tua dapat berperan sebagai :
a. Educator yaitu bisa menciptakan dan menyadari adanya teach able moment dalam keluarga.
b. Autority yaitu bisa mengembangkan batas-batas normatif.
c. Guide yaitu bisa share your skills kepada anak-anak.
d. Conselor yaitu mampu memberi dukungan pada anak ketika mengalami dilema moral.
BAB III
KESIMPULAN
Dari
pembahasan di atas dapat kami simpulkan bahwa pendidikan lingkungan
keluarga merupakan lembaga pendidikan pertama dan utama tempat anak
didik (siswa) menerima pendidikan dan bimbingan dari orang tuanya atau
anggota keluarganya yang lain. Di dalam keluarga inilah tempat
meletakkan dasar-dasar kepribadian anak didik, keyakinan agama, nilai
budaya, nilai moral dan keterampilan-keterampilan, sehingga sangat besar
pengaruhnya terhadap keberhasilan siswa dalam belajar.
Adapun
tujuan pendidikan keluarga adalah memlihara, mendidik dan melindungi
anak sehingga dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Sedangkan fungsi
dari pendidikan keluarga menurut MI Soelaeman yaitu (1) Fungsi edukatif;
(2) Fungsi Sosialisasi; (3) Fungsi Proteksi; (4) Fungsi Afeksi; (5)
Fungsi Religius; (6) Fungsi Ekonomi; (7) Fungsi Rekreasi; (8) Fungsi
Biologis.
Pentingnya
pendidikan dalam keluarga sangatlah jelas karena merupakan wahana
pengembangan sumber daya manusia. Di samping itu, tidak terlepas juga
berbagai strategi dalam pendidikan lingkungan keluarga sesuai dengan
tumbuh kembangnya peserta didik, diantaranya :
a. Bantulah anak untuk menemukan sendiri tujuan hidupnya.
b. Bantulah anak mengembangkan perilaku yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan hidupnya.
c. Jadilah figur ideal bagi anak dalam berperilaku.
d. Beri semangat dan gugah hati anak untuk berperilaku terpuji.
Sedangkan menurut Popov dkk (1997) dapat berperan sebagai :
a. Educator
b. Autority
c. Guide
d. Konselor
DAFTAR PUSTAKA
Nurteti, Lilis. 2010. Pedagogik, Pengantar Teori dan Analisis. IAID Ciamis Jawa Barat
Nurteti, Lilis. 2010. Pedagogik, Pengantar Teori dan Analisis. IAID Ciamis Jawa Barat. Untuk kalangan sendiri.
Arifin, M. Dam Aminudin. 1992. Dasar-Dasar Kependidikan. Jakarta.
http://wahyualinursalim.blogspot.com/
http://love-and-gambar14.blogspot.com/
http://polos14.blogspot.com/
http://wahyualin14.blogspot.com/
http://love-and-gambar14.blogspot.com/
http://polos14.blogspot.com/
http://wahyualin14.blogspot.com/


Tidak ada komentar:
Posting Komentar